Michael Laudrup Puji Permainan Manchester City

Michael Laudrup Puji Permainan Manchester City

Michael Laudrup Puji Permainan Manchester City

Kendati sebelumnya sudah pernah saling berhadapan di arena La Liga namun kali ini kelasnya berbeda. Pelatih Michael Laudrup angkat topi atas kemampuan Manuel Pellegrini dalam menyulap permainan Manchester City dengan menjadi tim berkelas dunia. Michael Laudrup dibuat tidak berdaya saat mendampingi tim asuhannya, Swansea City, dalam laga lawatannya ke stadion Etihad di akhir pekan kemarin, kala gawang mereka dijebol tiga gol tanpa balas oleh pasukan tuan rumah, yang memang memiliki rekor tidak terkalahkan bila tampil di hadapan pendukungnya di kancah Liga Premier, sejauh ini. Dua gol yang disarangkan Samir Nasri dan sebelumnya eksekusi tendangan bebas yang sangat baik dilepaskan Alvaro Negredo memberikan keunggulan 1-0 di babak pertama. Meski demikian, kubu tim tamu bukan tanpa peluang sama sekali. Jonathan de Guzman memperoleh kesempatan matang sesaat sebelum turun minum, namun ia gagal mengkonversikannya menjadi gol.

“Bila situasinya berhadapan satu lawan satu, mungkin kisahnya sudah berbeda,” ungkap sang pelatih, Michael Laudrup. “Saya harus mengatakannya lagi, bahwa sungguh aneh bila berdiri di sini dan kami menelan kekalahan tiga gol tanpa balas, meski kami sudah berupaya tampil semaksimal mungkin untuk meraih satu gol. “Mungkin ini yang disebut kalah kelas. Sebuah perbedaan nyata benar-benar terlihat antara pemain-pemain asuhan saya dengan pemain yang mereka miliki, dan tentunya juga di dalamnya terdapat seorang mega bintang yang dapat merubah segala sesuatunya dengan kemampuan yang dimilikinya. “Karena saya menganggap taktik permainan yang diterapkan sudah maksimal, dan tentunya dapat merepotkan kubu tuan rumah dan saya pikir tidak ada kecacatan dalam strategi yang saya perintahkan, karena selama di babak pertama hal itu berjalan dengan baik.

“Akan tetapi tentu anda melihat bahwa beberapa pemain yang dimiliki di Manchester City hanya membutuhkan beberapa detik saja untuk membawa perubahan dan hasilnya mereka seperti memutarbalikkan penampilan kami yang cukup baik di babak pertama.” Dengan kekalahan tersebut maka membuat The Swans bertengger di peringkat ke-13, dengan dua kemenangan dari delapan pertandingan terakhir di kompetisi Liga Premier. Pada pertengahan pekan ini, mereka kembali menghadapi lawan yang sedang naik daun, Newcastle United, diikuti dengan laga melawan Hull City pada 9 Desember yang akan datang. “Kami melakukan segala sesuatunya dengan sangat baik, kami memperoleh kesempatan matang, namun kesemuanya itu tidak berguna, bila anda tidak mampu menciptakan satu gol pun,” lanjut pelatih berkebangsaan Denmark.

“Mungkin dan bila saja kami mampu menciptakan gol sesaat sebelum turun minum, mungkin kisahnya tidak akan terlalu sulit bagi kami, namun kami membutuhkan perubahan dalam suatu pertandingan. “Apa pun yang terjadi kami harus segera bangkit dan kembali bertanding tiga hari kemudian, kami masih memiliki Newcastle United pada Rabu – sebuah laga penting di hadapan pendukung kami – dan dua laga kandang harus kami manfaatkan sebaik mungkin agar memperoleh nilai maksimal.”