Kunci Swansea Musim Depan

Soccer - Barclays Premier League - Swansea City v Sunderland - Liberty Stadium

Kunci Swansea Musim Depan

Judi Online Bola – Musim lalu akan dikenang sebagai masa-masa paling bahagia oleh segenap fans Swansea di seluruh dunia. Hanya sepuluh tahun yang lalu, klub ini berada di titik nadir, berjuang demi eksistensi mereka di persepakbolaan professional Inggris.

Kemenangan di Piala Liga 2012/2013 sama sekali tak ada dalam bayangan fans Swansea. Kredit pantas disematkan pada bocah lokal mereka, Huw Jenkins dan Michael Laudrup sebagai manajer. Kedua orang itu yang membuat Swansea dapat menjalani musim yang fantastis di Liga Premier Inggris musim lalu. Namun keberhasilan musim lalu tak boleh membuat Swansea lupa diri. Swansea memiliki PR yang besar, yakni menyeimbangkan konsentrasi antara laga di Liga Eropa dan Liga Premier Inggris secara bersamaan, bukan hal yang mudah. artikel ini akan membahas tentang kunci yang bisa dilakukan Swansea agar memiliki peluang untuk mencapai sesuatu musim depan.

Memastikan Nasib Michael Laudrup

Mengganti Brendan Rodgers dengan Michael Laudrup musim lalu ternyata menjadi buah kesuksesan yang tak pernah disangka-sangka. Dengan gaya bermain yang hampir sama, Jenkins mendemonstrasikan kemampuannya dalam menangani pergantian manajer di tubuh Swansea. Dibawah arahan Michael Laudrup, Swansea tidak hanya bermain atraktif, menyerang, sepakbola passing, tapi mereka juga punya figure pemimpin yang dikenal secara global, dengan reputasi yang dikenal diseluruh dunia. Beberapa pekan lalu terjadi insiden yang sangat tak diinginkan oleh fans Swansea, yakni saat terjadi perselisihan antara agen Laudrup, Bayram Tutumlu dengan Jenkins, yang akhirnya menimbulkan spekulasi pada masa depan Laudrup. Mereka tentu berharap Laudrup mendapatkan kontrak baru sebagai penghormatan atas prestasi yang telah dicapainya.

Mempertahankan Michu

Michu adalah sensasi di Liga Premier Inggris musim lalu. Tak masuk dalam radar klub besar lain, harganya yang hanya mencapai 2 juta Pounds, serta kemampuannya bermain dalam skema racikan Michael Laudrup adalah kombinasi maut Swansea. Hanya ketidakberuntungan yang membuat Michu tak masuk dalam nominasi penghargaan pemain terbaik PFA. Di Liga Premier Inggris hanya Michu sendirian yang bertanggung jawab dengan 38% gol yang dicetak oleh timnya (33% di semua kompetisi dan 7% assist timnya. Michu adalah pemain spesialisasi big game, golnya melawan Chelsea di semifinal Piala Liga membuat timnya mencapai sukses yang terlihat muskil di awal musim.

Memperkuat skuad

Menyeimbangkan konsentrasi saat bermain di turnamen Eropa dan Inggris tak mudah, bukan hanya karena jumlah pertandingan yang harus dilakoni dan frekuensi pertandingan yang dihadapi. Konsistensi permainan juga menjadi faktor penting yang menentukan perjalanan tim di musim tersebut. Musim lalu Liverpool, Newcastle, dan Tottenham Hotspurs masing-masing memainkan 54 pertandingan. Tak ada satu pun diantara tim-tim tersebut yang bertahan lama di kompetisi domestic. Padahal Swansea musim lalu hanya memainkan 47 pertandingan. Musim lalu Newcastle memainkan 36 pemain dalam semua pertandingan yang mereka jalani, Spurs 32, dan Liverpool 28. Swansea hanya memainkan 25 pemain musim lalu. Statistic ini menunjukkan bila Swansea perlu menambah kedalaman skuad agar mereka bisa bertahan lebih lama di Liga Eropa dan mempertahankan posisi di Liga Premier Inggris. Swansea harus mempertimbangkan dengan baik nasib Jonathan de Guzman, pemain pinjaman dari Villareal yang tampil dengan gemilang (7 gol, membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak kedua, dan 10 assist, menjadikannya peng-assist terbanyak dibawah Hernandez dan Routledge). Melihat catatannya yang impresif, Swansea harus mempermanenkan status de Guzman. Pembelian pemain juga perlu dilakukan di posisi lain, seperti mencari backing dari Michu, biar Swansea tak kelimpungan saat pemain ini cedera.

Judi Online Bonus