Bonus Judi Online Review Genoa 2012-13

Review Genoa 2012-13

Review Genoa 2012-13

Bonus Judi Online – Musim sulit di Stadio Luigi Ferraris telah usai dan Genoa masih berada di Serie, walau dengan tipis sekali. Ini merupakan musim kedua berturut-turut di mana Genoa harus berjuang sampai akhir agar tidak terdegradasi. Seperti musim lalu, Genoa bermain bagus saat dibutuhkan, dan lima laga mudah di akhir musim bila dibandingkan rival-rival papan bawah mereka amatlah membantu.

Akhir musim dan awal musim dimulai dengan mirip dan hanya saat presiden klub Enrico Preziosi mulai cawe-cawe dengan klublah peruntungan Genoa berubah. Musim dimulai dengan cukup bagus – menurut standar Genoa –  dengan klub itu tidak terkalahkan dalam lima dari delapan laga awal. Namun masalah terbesar mereka yang ditunjukkan di laga-laga awal itu adalah kurangnya pemain berbakat. Genoa menunjukkan pemain muda mereka di awal dengan secara teratur memainkan Ciro Immobile, Alexander Merkel, Mario Sampirisi, dan Andrea Bertolacci. Namun pengalaman mereka yang minim menunjukkan kelemahan mereka, dan setelah kalah walau sempat unggul dua gol dari Roma pada 21 Oktober, Preziosi memecat De Canio. Sebagai penggantinya eks pelatih Juventus Luigi Delneri didatangkan, dan bersamanya datanglah sepakbola counter attack paling tidak menarik beberapa tahun teakhir.

Lima kekalahan beruntun kemudian menunjukkanbahwa Delneri tidak bisa beradaptasi dengan pemain-pemain Genoa. Aturan ketat yang dia terapkan di klub juga tidak cocok dengan para pemain dan mungkin berkontribusi dengan loyonya performa mereka. Pelatih Italia itu hanya mendapatkan delapan dari tiga upuluh sembilan poin, dan saat dia didepak akhir Januari, bisa dilihat beban seolah diangkat dari pundak para pemain. Davide Ballardini mengambil alih posisi Delneri, musim keduanya dia direkrut sebagai troubleshooter. Dengan laga awal Ballardini melawan Juventus, banyak yang mengira pelatih Italia itu akan mengakhiri masa jabatannya dengan cepat dan Genoa terus terpuruk. Namun bisa Delneri statis dan membosankan, Ballardini tidak sama sekali.

Di laga pertamanya melawan Bianconeri, Ballardini menggunakan formasi 3-5-2 yang menekan Juventus di lapangan mereka sendiri. Pendekatan baru oleh Grifone ini menunjukkan bahwa mereka juga bisa menahan klub-klub besar. Bahkan saat mereka ketinggalan satu gol, Genoa berusaha mati-matian menyamakan kedudukan, sesuatu yang tidak akan terjadi dengan dua pelatih sebelumnya. Tentu saja Ballardini terbantu dengan perekrutan pemain yang dilakukan Preziosi bulan Januari. Dua bek baru – Thomas Manfredini dan Daniele Portanova – menyolidkan lini belakang, tibanya Matuzalem dari Lazio terbukti bagus dan membantu Juraj Kucka kembali ke performa bagusnya. Penambahan itu membantu Ballardini mengganti taktik dan formasi dengan bebas. Semuanya menyokong bangkitnya Genoa dari degradasi yang tampaknya sudah pasti di bawah Delneri. Dalam 17 laga di bawah Ballardini, tim ini hanya kalah empat kali, dan itupun dari tim enam besar. Bonus Judi Online