Bonus Judi Online Pemain Brasil Di Roma

Pemain Brasil Di Roma

Pemain Brasil Di Roma

Bonus Judi Online – AS Roma selalu memiliki satu atau dua orang pemain Brazil dalam skuad mereka. Mulai dari striker Dino da Costa di awal dekade 1960an hingga winger Amarildo sepuluh tahun kemudian, dan duo Aldair dan Cafu yang legendaris pada 1990an.

Hingga saat ini, dengan Rodrigo Taddei, Leandro Castan, dan Marquinhos untuk menyebutkan beberapa. Kesemuanya mencatatkan namanya sendiri-sendiri dalam sejarah Giallorossi. Aldair merupakan salah satu yang paling dipuja, dinyatakan dengan baik dengan keputusan klub untuk memensiunkan nomer kaos yang dia pakai – angka 6. Dia merupakan pahlawan bagi Romanista seluruh dunia dengan loyalitasnya selama empat belas tahun dan lebih dari empat ratus pertandingan. Pemain Brazil lain yang begitu dikagumi para tifosi Roma adalah Paulo Roberto Falcao. Dia pernah menjadi pemain bola dengan gaji paling mahal di dunia, dilaporkan mencapai 10,000 Pounds perminggunya. Angka segitu saat ini hanya merupakan level gaji di Serie B, namun pada awal 1980an merupakan gaji pemain-pemain terbaik di dunia.

Setelah mengawali karirnya di negara asalnya Brazil bersama Internacional, membuat debutnya saat dia berusia 19 tahun, dia pindah ke Roma pada musim panas 1980. Dia memenangkan tiga kejuaraan di Brazil selama delapan tahunnya di sana dan juga mencapai final Copa Libertadores tepat sebelum dia hengkang. Pemain bertinggi 183 cm itu mencatatkan 158 penampilan bagi Internacional dan menorehkan 22 gol, dan dianggap sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub yang bermarkas di Beira-Rio itu. Di sinilah dia megasah kemampuannya sebagai seorang midfielder dan menjadi pemain utama di masa jaya timnas Brazil tahun 1970an dan 1980an. Namun, mengejutkan bagi banyak pengamat sepakbola Brazil dan dunia, dia tidak diikut sertakan dalam skuad Piala Dunia 1978 di Argentina. Roma memboyongnya ke Italia dengan fee 650,000 Pounds dan dana sebanyak itu mungkin tidak bisa dihabiskan dengan lebih baik lagi. Dengan kepribadiannya, dan juga dibantu dengan keputusannya memboyong serta ibu dan saudara perempuannya, dia sanggup beradaptasi dengan budaya dan sepakbola Italia dengan cepat.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk mempelajari bahasa Italia, dan lebih singkat lagi waktu yang diperlukannya untuk menunjukkan perannya di lapangan. Pada musim debutnya di Italia, dia memainkan 25 pertandingan, mencetak tiga gol, namun statistik tidak menceritakan segalanya. Dia menjadi pemain berpengaruh dan dominan di lini tengah Roma, menciptakan kombinasi hebat dengan pemain tengah lain seperti Bruno Conti dan Agostino Di Bartolomei. Tahun itu AS Roma mengakhiri musim sebagai runner-up, dengan Juventus sebagai scudetto, dengan diwarnai insiden gol Roma dianulir saat melawan Juventus dalam laga penting di Turin. Laga itu sendiri berakhir seri. Namun trofi tetap menandai musim perdananya saat klub ibukota itu meraih trofi Coppa Italia, mengalahkan FC Torino dalam adu penalti, dengan Falcao mencetak penalti penentu. Bonus Judi Online