Bonus Judi Online Martinez Mendapat Tugas Yang Cukup Berat

Martinez Mendapat Tugas Yang Cukup Berat

Martinez Mendapat Tugas Yang Cukup Berat

Bonus Judi Online – Mendapatkan tugas sebagai manajer baru Everton yang secara konstan berkompetisi memperebutkan tempat di zona Eropa, Roberto Martinez tak membutuhkan perombakan yang besar serta membuat strategi permainan yang sangat berbeda bagi Everton, karena dia sudah memiliki skuad yang terbangun dengan bagus musim lalu. Selain itu Everton juga sering melakukan umpan pendek, modal utama bagi tim yang akan diracik oleh Roberto Martinez.

Everton musim lalu berada pada urutan keseblas dalam presentasi total umpan musim lalu (79,4%) sementara Wigan yang dilatih Roberto Martinez berada tiga tingkat diatas mereka (85,2%). Dengan menggunakan hasil pramusim sebagai indicator awal, passing Everton digunakan untuk gaya retensi bola yang kondusif. Namun dalam tim Everton juga ada sesuatu yang membingungkan dan harus mengalami penurunan dibawah Martinez, yakni jumlah umpan panjang. Tiga pemain yang sering melepaskan umpan panjang di Everton musim 2012/2013 adalah Tim Howard, Sylvain Distin, dan Phil Jagielka, trio tersebut berkontribusi 50% dari total 2042 umpan panjang Everton.

Mereka perlu membuang gaya umpan panjang yang tak diperlukan di era Martinez, dan tanda-tanda awal menunjukkan perkembangan itu. Tiga orang tersebut, yang bermain melawan Blackburn – pertandingan pramusim pertama musim ini – ternyata bisa mengubah gaya mereka dari melepaskan umpan panjang ke depan, menjadi lebih sabar dalam membangun serangan lewat umpan pendek dari lini belakang. Bersamaan dengan hal ini, para gelandang juga mengikuti perkembangan dalam tim. Dengan jelas, mengikuti instruksi dari manajer yang baru, pergerakan para gelandang menjadi lebih tajam dan mereka lebih bertanggung jawab. Daripada sering melihat bola yang melambung melewti kepala mereka, gelandang Everton sekarang lebih terbiasa menjemput bola ke belakang dan membangun serangan dengan sabar.

Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, perubahan yang dilakukan Martinez di Everton hanya perlu perubahan yang kecil saja. Dalam konteks presentasi serangan, Martinez membuat replikasi dari sistem serangan mantan timnya. Musim lalu 42% serangan Everton datang dari sayap kiri. Presentasi ini, sama dengan Wigan, merupakan yang tertinggi di Premier League. Sementara penyerangan Wigan di sisi kanan mencapai 30%, Everton membukukan penyerangan dengan presentasi 31% di sisi tersebut. Memberikan konfirmasi bahwa kesuksesan kombinasi dari Leighton Baines dan Steven Pienaar dapat diteruskan di musim mendatang.

Mengembangkan formasi 4-2-3-1 dalam pertandingan pra musim, Martinez tampaknya masih memilih sistem peninggalan David Moyes. Kendati Moyes juga secara regular melakukan perubahan tergantung pada gaya bermain lawan yang dihadapi, keputusan Martinez untuk memainkan formasi tersebut dilandasi ketersediaan pemain. Dua pemain fullback dimasing-masing sayap adalah ancaman yang konstan, mereka berdua bekerja sama dengan baik dengan gelandang di depannya, sementara gelandang bertahan tetap bertugas melapis dan melindungi lini belakang serta menawaran opsi serangan yang berbeda dari pemain kreatif di depannya.

Memiliki formasi 4-2-3-1 sebagai formasi default, Martinez juga mengembangkan formasi lain sebagai eksperimen. Dibabak kedua melawan Blackburn, Everton merubah formasi menjadi 4-3-3. Formasi yang membuat Heitinga berada didepan empat bek Everton, dan dua fullback menawarkan serangan dari lebar lapangan, serta penyerang di lini depan menawarkan variasi opsi yang lebih beragam (bisa melebar atau melakukan cutting inside). Martinez juga berencana menggunakan formasi favoritnya selama menangani the lattics. Dia mencoba membuat formasi 3-4-3 menjadi formasi ketiga Everton. Dia membutuhkan tiga bek tengah yang bermain dengan baik diposisi tersebut; masalah yang dihinggapi oleh bek utama mereka : Phil Jagielka dan Sylvain Distin. Problem yang akan dihinggapi Everton bila menerapkan formasi tiga bek dibelakang adalah pressing yang konstan dari pemain sayap juga, ini dapat mengebiri kemampuan overlapping dari Baines dan Seamus Coleman. Bonus Judi Online