Agen Judi Bola Mengenal Roberto Mancini

Mengenal Roberto Mancini

Mengenal Roberto Mancini

Agen Judi Bola - I Blucerchiati memenangkan gelar liga domestik mereka untuk kali pertama dan satu-satunya pada tahun 1991 dan musim berikutnya sekali lagi mereka kalah dari Barcelona, kali ini di final Piara Eropa.

Final di Wembley tahun 1992 itu menandai titik puncak Sampdoria sebagai klub besar di persepakbolaan Italia. Masa-masa berikutnya menjadi masa sulit, klub mengalami kesulitan keuangan, namun Mancini tetap loyal pada klub yang telah memberinya kesempatan bermain di Serie A. Dia masih bisa memenangkan gelar Pesepakbola Serie A Terbaik dan Pemain Italia Tahun Ini pada musim 1996/97. Loyalitas ini membuat Mancini begitu dipuja di klub itu. Dia pun memiliki pengaruh besar sekali pada tim. Dia berhasil mengajak David Platt bergabung di klub itu pada tahun 1993 dan sering memberikan team talk sebelum pertandingan. Sven Goran Eriksson menjelaskan etos kerja yang dimiliki Mancini, “Di lapangan hijau dia punya emosi yang cukup keras. Jika dia melihat rekan setimnya tidak melakukan sesuatu yang benar, dia bisa marah. Dia tidak pernah melampiaskannya kepada lawan-lawannya, hanya kepada rekan setimnya.

Mancini kadang menunjukkan emosinya kepada wasit. Signor Boschi sempat merasakan amukan Mancini setelah pertandingan setelah memberikan penalti untuk lawan Sampdoria pada tahun 1987. “Boschi itu tidak berguna. Kita sering mengeluh soal kekerasan dalam sepakbola, namun para suporter seharusnya mulai berpikir untuk menganiaya wasit daripada berselisih satu sama lain. Namun, Mancini tidak pernah mendapatkan status idola yang sama di level internasional. Meskipun memperkuat timnas sebanyak 35 kali, tidak pernah untuk suatu periode yang lama. Dia menghadapi persaingan ketat bersama beberapa pemain besar dalam sejarah sepakbola Italia, termasuk Alessandro Del Piero. Mancini juga berselisih dengan pelatih Arrigo Sacchi saat Piala Dunia 1994 di Amerika. Periode ini menandai akhir karir Mancini bersama tim nasional karena dia membuat dirinya sendiri dikucilkan dari Gli Azzurri dan Italia pun tidak pernah merasakan kejeniusan sejati Mancini.

Dalam rangka mencari awal baru bagi karirnya, pada usia 33 tahun dia pindah ke Lazio. Dia berperan dalam tim yang memenangkan Scudetto kedua mereka pada musim 1999/2000. Dia juga menambah koleksi trofinya dengan memenangkan Coppa Italia dan Piala Winners. Setelah sebentar bermain di Inggris bersama Leicester City, Mancini memulai karirnya sebagai manajer tim di klub Italia, Fiorentina. Dia menghadapi tugas yang berat karena La Viola sedang menghadapi kesulitan finansial yang serius. Saring tidak dibayar, Mancini terpaksa menjual para pemain terbaiknya, contohnya Rui Costa. Walaupun begitu, dia membawa klub ini ke Coppa Italia pada tahun 2001, sebelum memutuskan untuk berhenti pada awal 2002, berkomentar bahwa dia tidak bisa melatih dalam keadaan sulit begitu. Agen Judi Bola